Lembaga Survei Sucofindo Rekomendasikan Pendirian UNTARA

Tarutung – Lembaga survei Sucofindo melalui berbagai hasil analisa kajian dan kesimpulan merekomendasikan pendirian Universitas Negeri Tapanuli Raya (UNTARA).

Gagasan dan ide Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan MSi hal pendirian Universitas Negeri di kawasan Tapanuli Raya yang akan memberikan efek domino tidak hanya dalam peningkatan sumber daya manusia akan tetapi peningkatan ekonomi ternyata tidak hanya ide semata. Sejumlah efek positif jika UNTARA berdiri seperti disampaikan Bupati Taput ternyata identik dengan hasil kajian dilakukan lembaga survei Sucofindo.

Berdasarkan kajian lembaga Sucofindo disebutkan, bahwa filosofi Anakhon Hi Do Hamoraon Di Ahu (anakku adalah harta terbesar dalam diriku) dalam keluarga Batak dengan jelas menggambarkan bahwa harta tak bisa diukur dengan apa pun di dunia adalah anak.

Anak merupakan anugerah terbesar dalam hidup yang harus dijaga, dirawat dan terutama diberikan bekal hidup di masa depan dengan pendidikan terbaik. Sehingga tak heran bahwa menyekolahkan anak ke jenjang pendidikan tertinggi merupakan cita-cita utama sebagian besar keluarga Batak dengan segala cara agar sang anak bisa mengenyam pendidikan tersebut.

Filosofis luhur itu dinilai begitu kental mengalir dalam prinsip hidup dan adat masyarakat Batak terhadap anaknya. Orangtua Batak sangat paham mengenai makna pentingnya anak tidak hanya sebagai penerus garis keturunan, tapi juga harus menjadi manusia berkualitas dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Hal ini tentunya yang menjadi dasar pemikiran utama dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia di wilayah Tapanuli Raya melalui sektor pendidikan. Dengan inisiasi perubahan status Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung menjadi Universitas Negeri Tapanuli Raya (UNTARA), merupakan wujud nyata dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan daya saing, meningkatkan perekonomian daerah dan memberdayakan potensi-potensi daerah yang selama ini masih terpendam dan tentunya hal ini harus didukung oleh semua pihak,” demikian kata pengantar lembaga Sucofindo dalam analisa kajian dampak ekonomi pendirian UNTARA diterima wartawan Kamis (25/2/2021).

Disebutkan, berdasarkan hasil penelitian dilakukan di enam kabupaten/kota wilayah Tapanuli Utara mengenai respon masyarakat, siswa dan tokoh masyarakat telah menjawab pertanyaan mengenai betapa pentingnya mendirikan Universitas Negeri Tapanuli Raya (UNTARA) sebagai wadah mencetak sarjana berkualitas mampu membangun Tapanuli Raya tercinta.

Lembaga Sucofindo dalam hasil kajiannya juga menyampaikan sejumlah rekomendasi diharapkan menjadi refrensi dan tolok ukur kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli.

Sejumlah rekomendasi berdasarkan analisa dan kesimpulan tersebut diantaranya, bahwa pendirian perguruan tinggi di wilayah Tapanuli Utara saat ini sangat dibutuhkan terutama oleh siswa/siswi di kawasan Tapanuli Raya diantaranya Tapanuli Utara (Taput), Humbang Hasundutan (Humbahas), Tapanuli Tengah (Tapteng), Sibolga, Toba dan Samosir.

“Hal ini sejalan dengan dukungan pendirian UNTARA dari berbagai pihak, diantaranya Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Pimpinan Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah, Kepala Daerah di sekitar Tapanuli Raya atau Kawasan Danau Toba, Organisasi Kemasyarakatan dan Organisasi Kepemudaan,” tulis Sucofindo.

Keberadaan UNTARA disebut akan memiliki dampak ekonomi cukup besar melalui investasi kegiatan ekonomi yang dibutuhkan oleh mahasiswa maupun pengunjung lainnya.

“Keberadaan UNTARA juga akan mengurangi uang keluar (capital out flow) dan membantu mengurangi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh orang tua sehingga diharapkan kegiatan ekonomi di wilayah Tapanuli Raya dapat berkembang,” lanjut Sucofindo.

Di sisi lain disebutkan Sucofindo, dibandingkan provinsi tetangga, maka pendirian UNTARA sudah sangat mendesak. Provinsi Sumatera Barat mempunyai lima perguruan tinggi negeri, Provinsi Aceh mempunyai tujuh perguruan tinggi negeri, sementara Provinsi Sumatera Utara hanya memiliki tiga perguruan tinggi negeri.

Dari sisi dampak sosial, keberadaan UNTARA juga disebut akan mendatangkan arus penduduk dari luar Tapanuli sehingga akan terjadi pembauran budaya.

“Ini akan memunculkan miniature Indonesia di wilayah Tapanuli Raya,” jelas Sucofindo.

Pembentukan universitas negeri yang bersifat umum lebih didukung oleh tokoh masyarakat dibandingkan dengan pembukaan universitas negeri bersifat keagamaan.

Hal tersebut berdasarkan pendapat tokoh masyarakat yang menyatakan bahwa para tokoh tidak terlalu khawatir bahwa pembentukan universitas umum akan membuat nilai keimanan terdegradasi atau berkurang. Adanya jurusan yang bersifat umum akan memiliki daya tarik lebih kuat dibanding dengan universitas negeri berorientasi keagamaan. (eki)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s