Bupati Taput akan Bangun Desa dengan Konsep Data Presisi

Drs Nikson Nababan MSi

Tarutung – Kaum Milenial Indonesia Wilayah Tapanuli Utara menggelar Webinar bertajuk ‘Data Desa Presisi Sebagai Big Data Dalam Pemerataan Pembangunan’.

Diskusi virtual digelar pada Kamis (5/11/2020) dimoderatori Prihartini Simbolon selaku Direktur Wilayah Kaum Milenial Indonesia Sumatera Utara dan dibuka Founder Kaum Milenial Indonesia Swangro Lumban Batu, dan menghadirkan narasumber Wakil Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan MSi, Wakil Kepala Bidang Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kepada Masyarakat (LPPM) IPB University dan Direktur Eksekutif Institute For Action Against Corruption Dodi Lapihu.

Diskusi Virtual yang dihadiri peserta sebanyak 58 orang berjalan baik dan menarik. Turut hadir sebagai peserta diskusi virtual Direktur RSUD Tarutung, Asisten II Pemkab Taput, Kadis Koperasi dan UMKM beserta OPD Pemkab Taput.

Bupati Taput Nikson Nababan menyampaikan dalam diskusi virtual tersebut bahwa konsep Data Desa Presisi adalah konsep sangat mendukung Visi Misi nya sebagai Bupati membangun Tapanuli Utara dari Desa.

“Dengan adanya Data Desa Presisi, maka informasi di Desa akan menjadi informasi yang akurat sehingga dapat menentukan keberhasilan pembangunan di Desa, serta menentukan ketepatan perencanaan dan implementasi dalam pembangunan Desa,” kata Bupati yang juga mengundang Dr. Sofyan Sjaf untuk memetakan Desa akan dibuat percontohan Data Desa Presisi.

Selain itu, Bupati Nikson menyebutkan akan membuat pelatihan terhadap Pemerintah Desa agar Konsep Data Desa Presisi dapat diterapkan di Tapanuli Utara.

Wakil Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi menyampaikan bahwa membangun Desa adalah membangun Indonesia, kolaborasi pemuda dan mahasiswa dibutuhkan terhadap pembangunan Desa. Untuk itu anak muda terkhususnya mahasiswa harus membantu Pemerintah dalam mewujudkan Desa maju.

Sementara Dr. Sofyan Sjaf dalam paparannya menyampaikan bahwa Presisi atau tidaknya data di Desa menentukan keberhasilan/gagalnya pembangunan di Desa, Data Presisi juga dapat memotret potensi Desa dan kondisi eksisting rumah tangga Desa.

“Memastikan ukuran-ukuran pembangunan Desa dengan tepat, menentukan ketepatan perencanaan, implementasi dan anggaran pembangunan Desa, dan masyarakat Desa sebagai subjek dalam penyusunan dan pengelolaan data Desa,” kata Sofyan.

Dodi Lapihu narasumber terakhir dalam Webinar berpesan agar Sarjana jangan malu pulang ke Desa, karena banyak hal dapat dibangun di Desa salah satunya adalah peningkatan peran BUMDes terhadap kemajuan Desa.

“Membangun Desa adalah pekerjaan yang mulia, karena negara yang berdaulat adalah negara yang memiliki Desa yang kuat baik secara pembangunan Desa, kesejahteraan masyarakat maupun kualitas SDM di Desa tersebut,” kata Dodi.

Direktur Wilayah Kaum Milenial Indonesia Tapanuli Utara Doni Rahmadi Butarbutar dalam closing Speechnya menyampaikan bahwa Konsep dan Program yang sudah ditawarkan Pemkab Taput adalah konsep membangun dan tetap membawa jargon Marsipature Hutana Be (Martabe), maka pemuda dan mahasiswa harus bersama berjuang mendukung apa sudah digagas oleh Pemkab Taput.

“Kita beruntung memiliki Bupati yang Visioner dan memiliki jiwa membangun seperti Bapak Bupati Nikson Nababan, karena Bapak Bupati mau Taput ini menjadi Kabupaten yang maju secara SDM, ekonomi, pertanian dan pariwisatanya,” kata Doni.

Lanjut dia, Data Desa Presisi, pendirian Universitas Negeri Tapanuli Raya, pembangunan jalan di daerah-daerah terisolir adalah langkah Bupati Nikson membangun Taput.

“Untuk itu, kita harus dukung kalau ingin Taput ini maju,” tandas Doni. (als)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s