Tanaman Macadamia untuk Rehabilitasi Lahan Kritis Danau Toba

Muara – Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar membuka agenda pencanangan pengembangan tanaman Macadamia untuk rehabilitasi hutan dan lahan Desa Hutaginjang, di Kecamatan Muara, Tapanuli Utara, Kamis (27/6).

“Sekali mendayung dua tiga pulau terlalui. Mari tanami Macadamia. Harganya tinggi, Macadamia akan berbuah setelah lima tahun. Biji Macadamia akan jadi campuran cokelat,” ujar Darmin, di tengah agenda pencanangan penanaman Macadamia.

Disebutkan, secara sosiologis tanaman tersebut juga akan dapat mendorong masyarakat secara holistik untuk kelestarian lingkungan.

Menurutnya, tanaman Macadamia bagus ditanami secara tumpang sari karena jenis tanamannya tumbuh lama serta mampu menahan air sehingga berdampak positif untuk memperbaiki lahan-lahan kritis.

“Itulah yang kita kerjakan hari ini. Tanaman asli Australia. Mana tahu ada tanaman endemik lokal juga di sini mari kita bahu-membahu berusaha bersama menanam lahan kritis,” jelasnya.

Darmin menyebutkan, pembudidayaan tanaman macadamia dapat mengubah ratusan ribu hektare lahan kritis di Sumatera Utara bakal menjadi lahan produktif. Tanaman ini disebut cocok di seputaran lahan kritis yang mengelilingi kawasan Danau Toba.

Dikutip dari laman Wkipedia, Macadamia adalah genus dari delapan spesies tumbuhan dari “familia proteaceae” yang tersebar di Australia Timur, dan Sulawesi.

Pohon berukuran 6-40 meter, daun memiliki panjang 6-30 sentimeter dan lebar 2-13 sentimeter, bunga 10-15 milimeter, berwarna putih sampai ungu, buah memiliki satu atau dua biji.

Biji Macadamia satu produk tanaman bernilai ekonomis yang bisa diracik dengan makanan lain seperti cokelat.

Lanjut Darmin, dengan keberadaan potensi lahan kritis di kawasan hutan dan lahan warga yang dapat ditanami, pembudidayaan tanaman diyakini bisa menambah kesejahteraan petani di Sumatera Utara.

Agenda pencanangan penanaman Macadamia dirangkai dengan hari penanggulangan degradasi lahan dan kekeringan sedunia atau “world day to combat deaertification” dengan menanam secara simbolis bibit Macadamia di kompleks persemaian permanen produksi dan pengembangan Macadamia BPDAS Asahan Toba Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di Desa Hutaginjang Muara.

Agenda tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Dandim 0210 TU Letkol Rico Siagian, Kapolres Taput AKBP Horas Silaen, Bupati Taput Drs Nikson Nababan MSi, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor SE, dan Bupati Toba Samosir Darwin Siagian SE.
Pewarta : Rinto Aritonang

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.