14 Tersangka Perusakan Kantor Panwaslih Taput Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tarutung – Para tersangka kasus demo berujung anarkis di kantor Panwaslih Tapanuli Utara pada 16 Juli lalu, akhirnya dilimpahkan oleh penyidik dari Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Poldasu) ke Kejaksanaan Negeri Tarutung.

Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tarurung, Rosandi Hutasoit SH kepada wartawan membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi melalui selulernya, Kamis (13/9).

“Iya benar. Perkara itu sudah tahap dua dari Poldasu ke Kejaksaan Tarutung. Para tersangkanya akan dilimpahkan ke kejaksaan. Mereka hari ini sedang dalam perjalanan dari Medan menuju Tarutung,” katanya.

Rosandi mengatakan, 14 tersangka kasus demo berujung anarkis di kantor Panwaslih Taput itu dijerat dengan pasal pengrusakan.

“Kalau tidak salah, pasal 170 atau 406. Karena saya belum lihat berkasnya. Para tersangka dan berkasnya juga masih dalam perjalanan menuju Tarutung,” katanya.

Untuk diketahui, 14 tersangka pelaku perusakan itu atas inisial VG (28) pekerjaan petani penduduk Desa Lumban Holbung Kecamatan Pahae Jae, BH (60) pekerjaan petani penduduk Desa Hapoltahan Kecamatan Tarutung, TS (46) pekerjaan wartawan Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon.

Selanjutnya SS (22) mahasiswa Desa Silangkitang, Kecamatan Sipoholon, CR (18) pelajar Desa Simorangkir Habinsaran, Kecamatan Siatas Barita, TH (57 ) petani Desa Lumban Siagian Kecanatan Siatas Barita dan TH (42) pekerjaan petani Desa Siraja Oloan, Kecamatan Tarutung.

Kemudian, DMS (19) pekerjaan petani Desa Enda Portibi, Kecamatan Siatas Barita, T (52) pekerjaan petani Partali Julu Tarutung, LP (47) pekerjaan petani Kecamatan Pagaran, PH (58) pekerjaan tukang botot Kecamatan Tarutung, RTP (46) pekerjaan wiraswasta Desa Lumban Siagian, Julu Kecamatan Siatas Barita, JPH (19) pekerjaan petani Desa Hutagalung Tarutung dan BT (31) petani Dusun Bonan Dolok Desa Selamat Kecamatan Purbatua.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat aksi massa yang dilakukan dua titik di Sipoholon dan depan Kantor Panwaslih, Senin (16/7) terjadi bentrok antara warga yang tidak puas atas hasil Pilkada.

Aksi demonstrasi yang tidak mengantongi izin resmi tersebut di depan kantor Panwaslih berujung ricuh dimulai aksi bakar ban hingga pelemparan batu ke personil Polri yang mengamankan instansi penyelenggara Pemilu tersebut.

Akibat bentrok tersebut, dua anggota polisi mengalami luka ringan terkena lemparan batu dan Kapolres Taput AKBP Horas M Silaen juga ikut dipukul pakai kayu dibagian punggungnya. Atas peristiwa itu, Kantor Panwaslih rusak parah. (as/osi/nt)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s