Tangisan Ibu : Unang Mekkel-ekkel, Ala Angker Do Disi

Samosir – DUKA mendalam menyelimuti keluarga Sri Tetty Simbolon, salah satu korban tenggelam di Sidae Dae, Perairan Pintu Batu, Desa Kecamatan Pangururan.

Rumah duka di Huta Namora ramai dikunjungi pelayat mulai malam hingga, Kamis (6/9). Pelayat datang dari kampung dan sanak keluarga, termasuk guru dan rekan-rekannya. Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir pun datang menyampaikan penghiburan kepada orangtua Sri, pasangan Gumbok Simbolon dan boru Malau.

Orangtuanya terus meratapi jasad putri kedua ini yang diletakkan di ruang tengah rumah panggung dengan dibalut ulos Ragi Hotang.

Boru Malau, ibu Sri, menceritakan malam sebelum kejadian, putrinya sudah pamit untuk kerja kelompok atas perintah gurunya.

“Nabodari, didokkon naeng karejo kelompok. Mangido bontot, denggan do laho sian jabu. (Tadi malam dia masih permisi mau kerja kelompok dan dia minta dibekali bontot sambil permisi),” ujar ibunya.

Boru Malau, ibu Sri, dalam tangisnya bercerita. Sebelum berangkat sekolah seperti biasanya, Sri masih mengerjakan tugas rumah yakni mengangkat air dari sumber air kerumahnya.

Menggunakan kereta dorong, dua jerigen air ia tinggalkan di rumah lalu berangkat ke sekolah.

Pagi itu tidak ada firasat tidak baik. Namun setelah siang, Boru Malau merasakan firasat aneh. Dia merasa gelisah, dan merasa khawatir jika putrinya dan teman-temannya pergi ke Perairan Pintu Batu, sebab airnya dalam dan wilyahnya terkenal angker.
Memang, malam hari sebelum kejadian, Boru Malau sempat mengingatkan putrinya agar berhati-hati.

“Nabodari nga hupaboa, unang mekkel-ekkel molo tu si nikku, ala seram do i si. Olo oma, inna. Alai lupa ahu pasingothon unang marlangei, hape marlange ma huroa. (Tadi malam aku memberitahu dia, agar di sana berhati-hati. Tetapi, aku terlupa mengingatkan agar dia tidak berenang. Rupanya mereka berenang),” sebutnya.

Pada malamnya, Sri masih membantu ibunya memisahkan kemiri dari cangkangnya.

“Nungga asing be hape dalan mu ate borukku. (Sudah beda jalanmu saat ini dengan kami ya Nak),” ratap Boru Malau.

Sementara, ayah Sri Tetty, Gumbok Simbolon, bercerita satu hari sebelum kejadian, sambil membantunya di perladangan, Sri Tetty bertanya kepada ayahnya, soal tanah humus yang dimaksud di pelajaran sekolahnya. Sri bahkan mengambil tanah humus itu dan memasukkannya ke dalam plastik untuk dibawa ke sekolah sebagai bahan pelajaran guna mengetahui PH tanah.

“I sukkun dope ahu nattoari, na dia do humus bapa, inna. Hupatudu, ipamasuk ma tu bagas palastik. (Semalam dia masih bertanya soal humus. Dan saya tunjukkan, lalu dia bawa pulang,” kata Gumbok.

Dijelaskan Gumbok, mendengar rencana pergi ke Pintu Batu, tempat kerja kelompok mereka, dirinya sudah agat berat hati. Bahkan sempat tidak memberi ongkos agar Sri Tetty tidak pergi. Namun, istrinya akhirnya memberi ongkos Rp2.000 karena tujuannya memang mau belajar kelompok.
Gumbok mengaku ada rasa kecewa terhadap pihak sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Samosir Rikardo Hutajulu dan Kepala Sekolah SMP I Atap Pangururan Saut Marasi Manihuruk melayat, pada malam setelah korban ditemukan. Mereka memberi penguatan kepada keluarga korban.

Saat wartawan menanyakan soal kejadian tenggelamnya 3 siswi SMP 1 tersebut, Rikardo Manihuruk tidak memberikan jawaban dan bergegas pergi karena alasan akan melayat dua korban lainnya.

Siska Sinurat dan Nanda Putri Simbolon Selamat

Informasi dihimpun, setelah mengerjakan tugas kelompok, lima siswi SMP 1 ini pergi berenang. Awalnya mereka hanya di bibir pantai yang dangkal. Namun entah bagaimana, tiba-tiba kelimanya sudah berada di bagian danau yang dalam dan kondisi hampir tenggelam.

Teriakan minta tolong terdengar dari para korban.

Leo Simbolon, yang berada di pinggir danau berusaha menolong, namun hanya Siska Sinurat yang berhasil ditolong. Sementara Esra Lumbanbatu, Devi Marbun dan Sri Tetty Simbolon, tenggelam dan hilang.

Sedangkan Nanda Putri Simbolon berhasil menyelamatkan diri setelah berhasil memegang batu besar yang ada di pinggiran danau.

Oleh warga, dengan menggunakan jaring dan kawat berduri dilakukan upaya pencarian. Ketiga korban berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelam, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia. (ana/esa/ms/nt)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s