Nga Suda Sude Lae, Hanya Pasrah dan Berdoa

Doloksanggul – Korban kebakaran hebat di Dolok Sanggul yang menghanguskan puluhan rumah menyisakan duka mendalam. Para korban mengaku pasrah karena tak ada harta benda yang terselamatkan.

Lelaki bermarga Sinaga (56), ditemani seorang kerabatnya ditemui di posko penampungan korban kebakaran mengaku sangat terpukul. Ayah empat orang anak ini dengan suara terbata-bata dan mata berlinang menceritakan bahwa semua isi rumahnya sudah ludes.

“Nga suda be sude lae. (Sudah habis semuanya). Hanya baju yang kami kenakkan. Kami tidak tau lagi harus berbuat apa. Hanya dapat pasrah dan berdoa. Kiranya Tuhan menguatkan kami dan anak anak saya,” terangnya.

Meski dengan suara terbata, pria yang akrab dipanggil SP Sinaga ini mengaku tetap bersyukur karena seluruh anak-anaknya selamat. “Aku tidak pernah membayakan akan menjadi korban kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah di Pusat Pasar Kota Kuliner Kuda ini,” jelasnya.

Terlebih bagi Sinaga, karena saat peristiwa tersebut dirinya dan sejumlah keluarganya sedang melayat kerabat mereka yang berduka di kawasan Jalan Merdeka Dolok Sanggul. Dia tidak melihat asal muasal api, yang ditemuinya api sudah membumbung tinggi dan menyambar dinding rumahnya. Dia hanya dapat pasarah melihat rumahnya.

Saat ini Sinaga dan sejumlah korban lainnya tinggal di posko pengungsian korban yang dibuka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan (Humbahas) di kawasan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Dolok Sanggul. Dia mengaku bahwa dia tinggal seadanya. Bahkan dinginnya Kota Dolok Sanggul dirasakan langsung karena tidak memiliki selimut untuk membungkus tubuh mereka.

Sinaga dan sejumlah korban lainnya berharap agar Pemkab Humbahas membantu mereka semaksimal mungkin memberikan bantuan. Terlebih dalam menyambung hidup. Karena saat ini mereka tidak tau lagi harus berbuat apa.
Senada dengan Sinaga, kerabatnya Punia Boru Purba, yang diperkirakan berusia 45 tahun mengeluhkan hal yang sama. Ibu dua orang anak tersebut yang juga merupakan korban kebakaran sangat menyayangkan lambatnya petugas pemadam kebakaran. Menurut dia, peristiwa tersebut tidak akan terjadi jika petugas Pemadan kebakaran segera bertindak.

Bagi dia saat ini pasrah yang hanya dapat menjadi pelarian dari kekesalannya. Terlebih kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai ratusan juta. Sebab dia juga menggunakan rumahnya sebagai tempat mencari nafkah dengan berjualan klontong dan bahan pangan.

“Kami berharap dapat bantuan dari siapaun yang peduli dengan kami. Khususnya pemerintah. Karena kami tidak tau lagi harus berbuat apa. Selain itu banyak juga berkas berkas dan surat surat berharga yang hangus. Kita berharap pemerintah membantu dan tidak mempersulit,” katanya.

Sekadar untuk diketahui, puluhan rumah di kawasan pusat Kota Dolok Sanggul ludes dilahap si jago merah. Peristiwa itu terjadi pada hari Selasa (14/8) sekitar pukul 18: 00. Belum diketahu pasti penyebab kebakaran. Serta saat ini petugas dari Kepolisian Resort (Polres) Humbahas sedang melakukan identifikasi dan pengumpulan data. Jumlah total kerugian juga masih dalam pendataan petugas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tumbur Hutagaol menyebutkan bahwa dari hasil penghitungan korban, jumlah rumah yang terbakar sebanyak 40 unit termasuk rumah yang dirobohkan untuk menghempang api agar tidak menjalar.

“Puluhan rumah terpaksa dibongkar menggunakan alat berat. Dua unit ekscavator dikerahkan untuk menbongkar puluhan rumah, guna mencegah kebakaran merambat lebih jauh,” jelasnya.
Hutagaol mengatakan bahwa pihaknya sudah membuka pos bencana di kawasna tersebut serta memberikan bantuan pertama berupa pemondokan dan sembako menunggu bantuan lainnya yang saat ini sedang dalam tahap pengumpulan.

“Kita akan membantu semaksimal mungkin. Selain itu kita juga masih terus melakukan pendataan. Memingat banyak korban yang belum bisa kita mintai keterangan karena dievakuasi oleh kerabat masing masing,” ujarnya.

Sementara Humas Polres Humbahas, Ipda S Nainggolan mengatakan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran. Selain itu pihak kepolisian mengumpulkan data akurat tentang peristiwa kebakaran tersebut. “Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sedang berjalan, hasilnya nanti kita ketahui setelah data yang kita kirimkan Laboratorium Foreksik Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) diperiksa dan diteliti,” katanya.

Namun, menurut Nainggolan keterangan dari warga mengatakan api berasal dari salah satu rumah di Jalan Siliwangi. Api menyala dari rumah yang bermaterial kayu tersebut. Api cepat menjalar karena kondisi cuaca angin yang sangat kencang. Sehingga seberang jalan melanthon juga disambar. (sht/rah/nt)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s