Terdakwa Pencuri Kertas Suara di Tuntut 5 Tahun

Tarutung – Terdakwa pencuri kertas suara Pilkada Taput 2018, Leonardo Nofri Andy Napitupulu yang didakwa menghilangkan hasil pemungutan suara Pilkada dari kantor Camat Siborongborong dituntut jaksa dengan hukuman 5 tahun penjara.

Tuntutan ini dibacakan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosandi dan Julieser Simaremare pada sidang perkara Pilkada di PN Tarutung, Rabu (24/7) dengan terdakwa Leonardo Nofri Andy Napitupulu.

“Terdakwa Leonardo dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider 3 bulan penjara,” sebut Sayed Fauzan SH, Humas PN Tarutung.

Sementara, terdakwa lainnya yaitu Rohana Hutasoit yang didakwa atas tidak menjaga dan mengamankan keutuhan kotak suara dituntut tim JPU 2 tahun penjara dan denda Rp 15 juta subsider 3 bulan penjara.

Dikatakan Sayed, yang juga hakim majelis dalam perkara pidana Pemilu tersebut, agenda sidang akan dilanjutkan 30 Juli 2018 mendatang, untuk pembacaan putusan.

Sebelumnya, dari fakta persidangan menurut keterangan terdakwa penghilang hasil pemungutan suara Pilkada Taput Leonardo Napitupulu, kejadian penghilangan hasil perhitungan suara diawali dari pertemuan yang diikutinya di center pemenangan Paslon nomor urut 2 Jonius Taripar-Frengky (JTP-Frens) di jalan Balige, Sipoholon, Taput.

Dikatakannya, pada 27 Juni 2018, sekitar pukul 18.30 Wib, seusai dirinya menyelesaikan tugas selaku saksi Paslon nomor urut 3 Chrismanto-Hotman (Toman) di TPS 9 Kelurahan Pasar Siborongborong. Ianya diajak oleh seseorang berinisial BT untuk pergi bersama ke Center Pemenangan JTP-Frens.

Setelah 30 menit setibanya disana, sejumlah oknum lainnya berinisial HN, ES, PP, BH, dan MN turut hadir bersama mereka. Kemudian sebelum berangkat ke Kantor Camat Siborongborong, BT menugasi Leonardo untuk mengambil surat suara dari dalam kotak, sementara yang lainnya untuk memukul dan menendang kotak suara.

Sekira pukul 20.00 Wib, terdakwa bersama BT, dan lima orang lainnya bergerak menuju Kantor Camat Siborongborong, mereka menunggu kedatangan mobil pengangkut kotak suara dari TPS. 10 menit kemudian, saat kotak suara berdatangan ke Kantor Camat, teriakan pilkada curang mulai diserukan oleh mereka disambut masyarakat pendukung Paslon JTP-Frens lainnya. Kotak kotak suarapun dipukul dan ditendang.

Ditengah aksi, seorang oknum berinisial BP, kemudian memerintahkan terdakwa untuk mengambil hasil perhitungan suara dari dalam kotak, dan diserahkan kepada seseorang berinisial FP.

Kemudian terdakwa disuruh melarikan diri hingga akhirnya tertangkap oleh Petugas Kepolisian di Dusun V Sungai Gogang, Desa Punti Kayu, Kecamatan Batang Peranap Indragiri hulu Riau. (Erwin Nababan)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s