Menasihati dan Mengingatkan Sesama

Ada sebagian orang yang tidak suka dinasihati oleh teman atau saudaranya. Ada juga yang marah-marah ketika ada orang lain yang peduli dan mengingatkannya telah melakukan kesalahan kecil. “Masalah kecil begitu aja langsung dinasehati,” demikian kata-kata yang sering terucap ketika kita melakukan kesalahan dan dinasihati oleh orangtua, saudara atau teman. Padahal, menasihati atau mengingatkan bukan berarti langsung menganggap kita orang yang melakukan kesalahan besar. Akan tetapi, nasihat atau teguran adalah salah satu petunjuk bagi kita untuk tidak mengulang kesalahan yang sama.
Alkitab sendiri banyak menuliskan tentang nasihat dan teguran. Kata-kata nasihat yang serupa sering dituliskan berulang-ulang agar kita tidak menyimpang dari jalan Tuhan. Di tengah situasi dan kondisi bangsa kita seperti sekarang ini, dimana beberapa pemimpin dan kelompok elit di negeri ini terlibat dengan kasus korupsi yang merugikan negara. Apakah dalam melakukan korupsi mereka pernah diingatkan oleh isteri, suami, anak atau saudaranya agar tidak melakukan korupsi ?

Seringkalai dalam kenyataannya, kita membohongi diri sendiri. Secara jujur sebenarnya kita sudah tahu kalau melakukan kesalahan seperti korupsi itu tidak baik. Hanya saja, dalam praktik di lapangan kita sering melupakan kata hati kita.

Kita sering melakukan pembenaran terhadap tindakan yang salah. Yang salah jadi benar dan yang benar jadi salah. Berkata jujur saat ini dianggap salah dan bodoh, ini adalah tanda-tanda bahwa manusia sudah mulai menjauh dari jalan Tuhan.

Dalam Matius 18 : 15 sampai 20 dituliskan : (15) Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali. (16) Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. (17) Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.

(18) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. (19) Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. (20) Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Ayat ini mengingatkan kita untuk saling menasihati dan mengingatkan. Ketika saudara kita tersandung dengan permasalahan yang pelik, tak ada salahnya kita memberikan nasihat dan teguran agar saudara kita tidak sampai masuk ke “kesalahan” yang sama sampai berulang-ulang. Kalau pun pada akhirnya tidak menerima nasihat kita, berarti ia telah memutuskan jalannya sendiri.

Hanya saja, saat ini manusia cenderung melakukan pembiaran dan tidak peduli dengan sesamanya. Tak perlu heran kalau orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan banyak yang saling tidak mengenal, padahal mereka tinggal di komplek perumahan yang sama, rumah mereka berdampingan dan hampir setiap hari disibukkan dengan bekerja, bekerja dan bekerja.

Ibrani 13: 22 menuliskan “Dan aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kata-kata nasihat ini kamu sambut dengan rela hati, sekalipun pendek saja suratku ini kepada kamu.”

Kata-kata nasihat sangat banyak dituliskan dalam Alkitab. Mulailah dengan hal-hal kecil di tengah-tengah keluarga. Berkumpul bersama keluarga dan membaca Alkitab secara bersama-sama. Berdoa bersama-sama dan merenungkan firman Tuhan dengan sungguh-sunggu. Seperti kata firman Tuhan, sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.

Hari-hari yang semakin sulit belakangan ini, kita harus saling menasihati dan mengingatkan. Karena, hanya dengan nasihat kita bisa kuat dan menyadari kesalahan kita.

Nasihat banyak kita peroleh lewat persekutuan di gereja, perkumpulan marga, atau perkumpulan-perkumpulan kecil di sekitar tempat tinggal kita. Ibrani 10 : 25 “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”

Banyak orang saat ini yang rela membayar mahal sebuah seminar motivasi hanya untuk membangkitkan semangat kerja, semangat hidup dan yang lainnya. Padahal, kalau kita mau merendahkan hati kita untuk meluangkan waktu 10 atau 15 menit saja setiap hari membaca Alkitab, kata-kata motivasi paling dahsyat akan kita temui di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Dalam 2 Korintus 3 : 2 ditulis “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.” Mudah-mudahan dengan paparan renungan ini, kita semakin dikuatkan untuk saling menasihati dan mengingatkan. Kalau kita tidak saling menasihati dan menguatkan, berarti kita telah melupakan ajaran Tuhan untuk saling mengasihi sesama ciptaan-Nya. Amin. (Analisa)

Satu pemikiran pada “Menasihati dan Mengingatkan Sesama

  1. Petrus Nababan

    Kami sangat setuju dgn situs ini, kalau boleh kami memberi masukan bahwa, kata2 atau kalimat yg mau kita berikan, sampaikan hendaknya cenderung, mengarah, kepada kesaksian (tdk terlihat bahwa yg kita sampaikan itu bkn pendapat kita sendiri). Kami dgn tdk sengaja mendapatkan situs ini, kami imani bahwa hal ini adalah tuntunan Roh penuntun.

    Suka

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s